pertanyaan tentang pendekatan antropologi dalam studi islam

PENDEKATAN ANTROPOLIS Pendekatan Antropologis Anthropos=manusia, logos=ilmu, pembicaraan Antropologi=ilmu tentang manusia sebagai makhluk pencipta budaya dan dibentuk oleh budaya juga. Pendekatan antropologis dalam penelitian agama melihat agama sebagai fenomena budaya. Ciri utama pendekatan antropologis adalah holism, yakni bahwa praktik-praktik sosial harus diteliti dalam kaitan dengan hal yang berkaitan, karena tidak setiap praktik dalam kenyataannya berkaitan dengan… Read More »

feminisme adalah

PENDEKATAN FEMINIS Pendekatan Feminis   – Perempuan selama ini terpinggirkan dalam tradisi keagamaan: Ø Tidak mendapat peran sebagai pemimpin keagamaan Ø Mendapatkan peran-peran domestik Ø Tugas-tugas keagamaan yang lebih rendah dari lelaki Ø Hak-hak yang lebih kecil dari lelaki Ø Kewajiban berkhidmat dan belajar pada lelaki è Pendekatan feminis berarti melihat dalam agama keutuhan ajaran… Read More »

metode pendekatan sosiologis

PENDEKATAN SOSIOLOGIS Pendekatan sosiologis Pendekatan sosiologis melihat agama sebagai gejala sosial, yaitu gejala hubungan antar manusia dengan hukum-hukum alam yang terjadi di situ. Islam yang dikaji adalah Islam yang ada di dalam hubungan antar manusia, bukan yang ada di dalam kitab suci atau di dalam buku ajaran Islam. Selanjutnya, gejala yang ada di dalam hubungan… Read More »

Multiplier pengeluaran pemerintah

Multiplier pengeluaran pemerintah Sistem pajak tetap Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak tetap, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b) dan kenaikan pendapatan nasional (ΔY) dapat dihitung dengan persamaan: ΔY= 1/(1-b) ΔG Sistem pajak proporsional Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b+bt) dan kenaikkan pendapatan ΔY dapat dihitung menggunakan persamaan:… Read More »

Multiplier investasi

Multiplier investasi Untuk menghitung nilai multiplier investasi. Dimisalkan nilai invetasi bertambah dari I menjadi I1 dan pertambahannya adalah ΔI . Sistem pajak tetap Pertambahan investasi sebesar ΔI akan menambah pendapatan nasional dari: Y= 1/(1-b ) (a-〖bT〗_x+ I+G) Menjadi: Y= 1/(1-b ) (a-〖bT〗_x+ I+ CI+G) Dengan demikian proses multiplier menambah pendapatan nasional sebesar seperti yang dinyatakan… Read More »

Pajak proporsional dan keseimbangan pendapatan

Pajak proporsional dan keseimbangan pendapatan Untuk menerangkan keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional digunakan pemisalan-pemisalan dibawah ini: Presentase (kadar) pajak dan sifat hubungan diantara pendapatan nasional, konsumsi dan tabungan. Investasi perusahaan adalah I = 150 (triliun rupiah) dan pengeluaran pemerintah G = 240 (triliun). Model Keseimbangan Perekonomian Tertutup Tiga Sektor Model… Read More »

Upaya Mengatasi Prilaku Merokok Pada Rema

Upaya Mengatasi Prilaku Merokok Pada Remaja Beberapa upaya yang telah di lakukan pemerintah yaitu: Upaya yang dilaksanakan oleh depatermen kesehatan bukan suatu kampanye anti rokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan. Sasaran yang ingin di jangkau adalah sasaran-sasaran terbatas, yaitu: petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita… Read More »

Penyebab Remaja Merokok

Penyebab Remaja Merokok 1)      Pengaruh orang tua, salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yangberasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitumemperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebihmudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal darilingkungan rumah tangga yang bahagia. 2)      Pengaruh teman, berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak… Read More »

Prilaku Merokok Pada Remaja

Prilaku Merokok Pada Remaja Menurut Aditama (2002), perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok. Seperti halnya perilaku lain, perilaku merokok pun muncul karena adanya faktor internal (faktor biologis dan faktor psikologis, seperti perilaku merokok dilakukan untuk mengurangi stres) dan faktor eksternal (faktor lingkungan sosial, seperti terpengaruh oleh teman… Read More »

apa kunci sukses dakwah beliau di madinah

apa kunci sukses dakwah beliau di madinah   Sejak kecil hingga dewasa Muhammad saw tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah pula makan daging hewan yang disembelih untuk berhala-berhala. Ia sangat benci dan menjauhkan diri dari praktik-praktik kemusyrikan. Setelah menerima wahyu yang memerintahkan untuk berdakwah kepada kaumnya, mulailah Nabi Muhammad saw menyeru mereka untuk mengesakan… Read More »